Virus Ebola dan BPJS Kesehatan Indonesia

Di Afrika wabah penyakit Virus Ebola sedang merebak. Banyak kasus kematian akibat virus Ebola seperti yang diberitatan badan kesehatan dunia (WHO). Penyebaran virus Ebola di Afrika sudah sangat mengkawatirkan banyak pihak baik dari dalam Benua Afrika dan Juga luar Benua Afrika kawatir virus Ebola akan menyebar keluar. Dan Menurut berita, vaksin untuk virus Ebola samapi sekarang belum di temukan.

Di Afrika banyak virus penyakit yang mematikan terjadi disana, sementara di Negeri kita Indonesia Pemerintah sedang gencarnya mempromosikan BPJS Kesehatan. BPJS yang memberikan keuntungan secara kesehatan bagi warga Negara Indonesia. Terutama untuk warga Negara yang mengalami penyakit-penyakit yang berkepanjangan dan membutuhkan biaya pengobatan yang sangat mahal.

Di Indonesia kalau menurut Loakon penggunaan BPJS Kesehatan yang baru di keluarkan pemerintah bisa menjadi efektif di lihat dari segi kesuksesan pemerintah, tapi sekaligus kebobrokan pemerintah dalam menangani pola hidup rakyat Indonesia.

Masih menurut Loakon, pola hidup Bangsa Indonesia yang sangat perlu untuk di rubah, bukan dengan memberikan keringanan biaya pengobatan, kecuali untuk kasus-kasus tertentu, seperti kesehatan IBU. y Kesehatan Ibu, jika Ibu sehat, Anak akan sehat. Dan menurut loakon disini, sehat bukan tidak sakit. Sehat karna obat bukan pilihan untuk rakyat Indonesia.

Linkungan Indonesia masih sangat bersahabat dengan kesehatan Manusia, jauh seperti apa yang saudara kita alami di benua Afrika.

Kegunaan BPJS Kesehatan bisa jadi menjadi mubajir, liat saja, kasus kasus penyakit Ringan seperti flu, batuk, deman ringan, akan berahir dengan komsumsi obat.

Saya pernah liat sebuat Klinik yang memiliki pasien pada saat itu banyak yang antri, Ada sekitar 100 Pasien sedang antri. Klinik Kesehatan itu berada di sebuat kota, yang Klinik kesehatan sangat gampang di temukan alias menjamur, Tapi apa yang aneh menurut Loakon?

Saya lihat sekeliling, tentu masyarakat yang antri berobat disana adalah masyarakat disekitar itu juga, dan dari sekian yang Loakon perhatikan, kebanyakan mereka anak-anak yang mengalami batuk dan flu, pilek.

Dan lihat disekitar lingkungan itu, Bakar sampah dimana-mana. Bau Asap sampah menyengat hidung.

Kebiasaan bakar sampah di lingkungan itu menurut loakon adalah penyebab utama batuk, flu dan pilek, tapi kebanyakan masyarakat Indonesia tidak terlalu peduli dengan hal sepele ini dan dalam hal ini Loakon akan menyebut Terutama Pemerintah nya.

Peran pemerintah lah yang sangat berpengaruh akan hal sepele tersebut. Mulai dari tinggkat RT/RW, Sekolah, Klinik, harus ikut kampanye untuk lingkungan hidup, lingkungan yang nyaman terutama untuk anak-anak bermain.

Tapi Apa yang loakon perhatikan selama ini, malah berbanding terbalik, disekitaran klinik dan sekolah-sekolah TK di lingkungan perumahan itu malah yang menjadi aktor pembakaran sampah.

Pemerintah berusaha membantu masyarakat dengan BPJS kesehatan. Dan banyak pihak yang mengatakan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, tapi menurut loakon akan semakin memperburuk pola hidup masyarakat Indonesia yg sudah bobrok.

Pemerintah lebih suka mengambil keputusan atas response masyarakat itu sendiri, tanpa mempertimbangkan apa dan mengapa. Klaua menurut loakon, keputusan pemerintah terutama yang kita bicarakan saat ini BPJS Kesehatan, diambil tidak lepas dari kebijakan politik, kebijakan simpatisan.

Kebijakan BPJS Kesehatan bukan bertujuan mencerdaskan cara hidup rakyat Indonesia, tapi lebih mengarah kepada pembodohan, dengan memberi pengertian secara halus, bahwa setiap sakit harus MINUM OBAT. Nah dalam hal ini pemerintah dengan program BPJS nya menawarkan bantuan untuk membeli Obat, ditambah dengan kebobrokan cara hidup masyarakat Indonesia. Bukan nya melakukan kampanye untuk Lingkungan Hidup, melalui badan-badan terkecil, mulai dari RT, Sekolah-sekolah TK, Badan-badan kesehatan di lingkunagn masyarakat, pemaksimalan penanggulangan sampah. Yang biasanya Mobil angkut sampah masuk ke perumahan sekali seminggu, maka dirubah/dibantu agar bisa minimal 2 kali seminggu, maka akan lebih menekan pembakaran sampah di lingkungan itu sendiri. Bukannya dengan memberika obat dengan program BPJS Kesehatan.