Asap Sampah Adalah Senjata Kimia Pemusnah Massal

Maling teriak maling, adalah peribahasa yang sering kita dengar, dan ini memang telah banyak dibuktikan oleh perjalanan waktu.

Saya cinta Indonesia, demikian saya samapaikan terlebih dahulu, dan bahkan jiwa nasionalis inilah yang berkata, untuk ikut membangun Negara tercinta Indonesia, walau hanya setitik, tapi akan besar pengaruhnya jika semua rakyat Indonesia melakukan hal-hal setitik yang membangun Bangsa, kepedulian sesama, dan saling menghargai.

Maling teriak Maling. Sesuai judulnya, Asap sampah adalah sama dengan senjata kimia pembunuh massal.

Di negeri tercinta ini, tidak asing di telinga terdengar, bahkan ditempat umum seperti wadah pendidikan, yang meneriakkan anti slogan Yahudi dan Amerika, dan juga mengarah ke kristen.

Dengan menyebut/meneriakkan bahwa Yahudi itu pencipta racun bagi bangsa Indonesia, yang juga apa yang dilakukan Amerika Serikat dan barat, dituduh sebagai negara sebenarnya sebagai Otak senjata kimia pemusnah massal.

Itulah kira-kira yang di kumandangkan dan diteriakkan yang mengaku sebagai pembela kebenaran di Negeri ini.

Jika kita telusuri lebih dalam lagi, pengaruh ini sudah juga mempengaruhi watak anak-anak yang berusia dibawah. Belum bersekolah dan tak layak untuk berpikiran sakit hati, dendam dan benci. Tapi karena besarnya pengaruh teriakan-teriakan tentang kebencian itu semakin dalam anak-anak negeri ini terbenam dalam rasa benci dan balas dendam, yang di katakan untuk menyelamatkan anak bangsa dari pengaruh Yahudi dan Barat.

Tapi faktanya dilapangan malah berbanding terbalik, yang merka katakan senjata pemusnah massal itu ada disekitar kita. Yah kita yang menciptakan senjata pemusnah massal itu di lingkungan kita, yang merusak lingkungan kita, yang berakibat fatal terhadap kualitas anak-anak Indonesia.

Senjata pemusnah massal itu bernama "ASAP SAMPAH". yah Asap sampah itu begitu gampangnya kita jumpai dilingkungan perumahan di negeri ini. Bukan dari orang-orang yang tidak pernah mengecap pendidikan, tapi mereka yang keluaran "AKADEMIS" Kampus, atau apa namanya yang mereka sebut sebagai orang yang INTELEKTUAL, melek teknology dan bergelar, berjabatan, alat negara, kaum pembimbing, pembela rakyat, pembela kebenaran.

Saya seumur-umur belum pernah melihat preman terminal bakar sampah. TAPI Akan sangat mudah mendapati orang yang BER- title Sarjana bakar sampah di lokasi perumahan, sekolah-sekolah, dll.

Begitulah negeri ini terciptanya orang-orang yang berpendidikan dan gemar Menebarkan senjata pemusnah massal yang bernama "Asap Sampah". Dan yang paling mirisnya, mereka akan berteriak Amerika dan Barat, dan anteknya Yahudi menciptakan racun dan senjata pemusnah massal.

Sadar atau tidak sadar, maka kita akan sadar kalau peribahasa "Maling Teriak Maling" sangat pas dialamatkan terhadapa kita, kita bangsa Indonesia ini.

Tulisan ini dibuat berdasarkan emosi dan kenyataan. Dan dengan tujuan agar kita sebagai bangsa yang besar untuk saling menghargai sesama. Bakar sampah tentu akan menggangu orang lain, tetangga. Yang paling utama adalah anak-anak bangsa ini. Mereka adalah generasi kita, generasi bangsa yang besar yang bernama "Indonesia".

Jika kita sudah meracuni lingkungan anak-anak kita, dengan senjata pemusnah massal yang bernama "Asap Sampah", bagai mana Indonesia mencapai level nya i hari-hari kemudian, yang ada adalah kemerosotan dimana-mana.