Apa Perbedaan Koruptor dengan Pembakar Sampah di Perumahan?

Banyak orang menuntut mati para koruptor di negeri ini. Banyak masyarakat dari kalangan bawah, menengah dan atas mengatakan kalau koruptorlah penyebab kesengsaraan Negara Indonesia ini, kemiskinan dimana-mana, layanan kesehatan yang memprihatinkan.

Tapi banyak masyarakat yang tidak sadar atau memang tidak mengetahui kalau di sekitarnyalah hal yang paling dekat dan yang lebih berpengaruh terhadap penyebab kesengsaraan dan kemiskinannya itu.

Bagaimana tidak, Di Wilayah Indonesia, terutama di lokasi perumahan/pemukiman warga kota/pinggiran kota, yang terkenal dengan sebutan paru2paru dunia, akan sangat susah untuk menghirup udara bersih. Bahkan setiap hari asap sampah plastik/karet dimana-mana di lokasi-lokasi pemukiman.perumahan warga.

Masyarakat kota yang notabene adalah orang-orang yang berpendidikan tidak menyadari akan hal itu. Akan bahaya yang di timbulkan oleh asap sampah plastik/karet. Mereka lebih memilih mendemo, menghujat para koruptor dari pada mendemo/menhujat orang yang selalu membakar sampah plastik/karet nya di depan rumahnya atau di lokasi perumahan/pemukiman.

Jikalau para warga kota yang berpendidikan itu, mendapat didikan yang benar benar mendidik mereka untuk menjadi orang yang berguna bagi keturunan dan keluarganya dan juga orang lain yang berada di lingkungannya. Tentu mereka akan mengetahui bahaya besar yang di timbulkan dari asap sampah plastik/karet tersebut.

Berapa besar dampak yang sebenarnya ditimbulkan oleh asap pembakaran sampah plastik dan karet itu bagi kesehatan manusia dan lingkungannya.

Untuk mengetahui seberapa besar dampak asap pembakaran sampah , berikut penjelasan salah satu pakar kesehatan di Batam.seperti di kutip dari majalahkesehatan dot com slash 7-fakta-berbahaya-membakar-sampah

Berikut ini tujuh fakta berbahaya dari aktivitas membakar sampah:

1. Pada umumnya, terutama sampah dari rumah dibakar secara serampangan. Kegiatan ini akan menghasilkan karbomonoksida (CO) yang bila terhirup manusia  dapat mengganggu fungsi kerja hemoglobin (sel darah merah) yang semestinya mengangkut dan mengedarkan oksigen (O2) ke seluruh tubuh.  Kekurangan O2 ini bisa menimbulkan kematian. Sebagai gambaran kasar, satu ton sampah yang dibakar akan berpotensi menghasilkan gas CO sebanyak 30 kg.

2. Asap dari pembakaran sampah plastik akan menghasilkan senyawa kimia dioksin atau zat yang bisa digunakan sebagai herbisida (racun tumbuhan). Selain itu, proses tersebut juga dapat menghasilkan fosgen atau gas beracun berbahaya yang pernah digunakan sebagai senjata pembunuh pada masa Perang Dunia pertama.

3. Hasil pembakaran sampah yang mengandung klorin dapat menghasilkan 75 jenis zat beracun lain.

4. Asap dari pembakaran sampah mengandung benzopirena (gas beracun penyerang jantung) sebanyak 350 kali. Zat ini ditengarai sebagai biang keladi penyebab kanker dan hidrokarbon berbahaya (seperti asam cuka) penyebab iritasi.

5. Membakar kayu juga dapat menghasilkan senyawa yang mengakibatkan kanker. Sedangkan melamin dapat menghasilkan formaldehida (formalin) bila dibakar dengan suplai oksigen yang banyak atau HCN (asam sianida) bila kurang oksigen.

6. Pembakaran sampah di area terbuka dapat menghasilkan partikel debu halus atau Particulate Matter (PM) yang mencapai level PM 10 (10 mikron). Dengan tingkatan tersebut, zat ini tidak dapat disaring oleh alat pernapasan manusia, sehingga bisa masuk ke paru-paru dan mengakibatkan gangguan pernapasan.

7. Pembakaran sampah dapat menyebabkan kabut asap yang tebal dan mengurangi jarak pandang dan kenyamanan di lingkungan tempat tinggal. Yang lebih parah, bisa memicu terjadinya kebakaran dengan skala lebih besar. Kita tentu masih ingat terjadinya kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan yang menyebabkan kapal laut menabrak tebing dan menghentikan aktivitas penerbangan komersial di beberapa bandara.

Oleh karena itu, marilah kita mengelola limbah rumah tangga secara bijak, agar tidak membahayakan manusia dan selalu menjaga kenyamanan lingkungan.


Dari fakta diatas jelas sekali perbedaan antar koruptor dan orang yang membakar sampah plastik dan karet di perumahan/pemukiman.

Bahwa secara langsung orang yang membakar sampah plastik dan karet di perumahan adalah orang yang paling vital menimbulkan kesengsaraan masyarakat. Coba bayangkan berapa besar dana kesehatan yang dikeluarkan masyarakat dan pemerintah untuk yang satu ini. Tentu salah satu penyebab vitalnya adalah asap pembakaran sampah palstk dan karet di lingkungan kita.

Sudah saatnya kita menyadari hal sepele diatas, jangan sampai isu kesehatan tetap menjadi alat kampanye para koruptor untuk mengelabui anda, mereka menciptakan racun, dan mereka akan datang sebagai pahlawan anda.

Jika anda masyarakat yang sehat, maka akan bisa menentukan pilihan dengan sehat juga